Helooo World

Enjoy Today, Be A Better You, Its Time to Move On..LET'S!!

Minggu, November 10, 2013

Bagan On Fire alias Bagan Siapi-api


Bagan Siapi-api aka Bagan on fire, kota ini sangat jarang dimasukkan ke dalam list liburan sebagian orang, bahkan mungkin banyak orang yang asing mendengar nama kota ini. Secara namanya saya juga kurang tau asal usulnya dari mana, tapi secara posisi bisa di bilang ini kota perbatasan antara arah mau ke Padang Sidempuan dan Riau, tapi masih masuk ke Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Sebenernya tujuan dateng ke kota ini juga bukan untuk liburan, tapi untuk urusan pekerjaan, ya ga salah juga kali ya sekalian memanfaatkan timing buat holiday mumpung dibayarin kantor :p. Jujur aja ini kota cukup asing bagi saya, namanya sih sering denger, tapi niatan untuk liburan ke kota ini kayanya ga kepikiran dan lebih mending milih ke tempat lain, awalnya si kepikiran kaya gitu tapi setelah dinikmati ternyata nambah lagi nih satu keindahan kota-kota di Indonesia.

Waktu itu kita menggunakan 2 mobil karena kita berjumlah 9 orang, agak lebai sih emang, yang di survei cuman 1, tapi yang ikut rombongan kantor. Haha. Oke..perjalanan di mulai dari Pekanbaru sekitar pukul 10 malam pada hari Jumat tgl 27 Juni 2012, perjalanan kita cukup santai dan beberapa kali istirahat untuk sekedar minum kopi. Sekitar pukul 6 pagi pada hari sabtu, kita tiba di kota Bagan siapi-api dan langsung sarapan kwetiau asli sana. Katanya sih campur minyak babi, haha tapi nikmat-nikmat aja. Berhubung bos saya asli orang sini jadi kita ga susah-susah untuk pergi kemana-mana, intinya si dia bisa diandelin buat jadi guide. Pertama nyampe perhatiin sekeliling ternyata mayoritas orang tionghoa, dan katanya sih dulu bangsa tionghoa pertama kali hijrah ke pulau Sumatra itu menetap di kota ini, Ya pantesan aja kali ya makanan disini banyak yang haram toh mayoritas memang orang tionghoa.

Setelah sarapan pagi, kita menuju lokasi survei pekerjaan yang hanya menghabiskan waktu ga kurang dari 1 jam setelahnya kita check in hotel untuk menginap dan barang-barang kita tinggalkan untuk melanjutkan wisata kuliner dan jalan-jalan. Ga sengaja waktu diluar lobi hotel saya menemukan poster ini.
Pas liat judulnya “bakar tongkang” wah menarik nih, pas banget momentnya ada ritual bakar tongkang. Trus pas liat artis artisnya..wowww agak ga biasa liatnya. Haha, mungkin karena ga kenal juga itu semua artis siapa dan bagaimana dan seperti apa jadinya kaya pengalaman unik juga buat saya ada acara kaya beginian J. Tapi sayangnya 3-4 Juli kita sudah pulang ke Pekanbaru, jadi kita hanya melihat kapal tongkang yang masih utuh dan siap dibakar. Ritual bakar tongkang adalah salah satu icon pariwisata kota ini yang dirayain setiap tanggal 16 bulan ke 5 penanggalan lunar (imlek). Menjelang siang kita mencari makan siang sambil jalan-jalan, kota ini ga begitu besar dan aktifitas kota pada siang hari tidak begitu ramai, sekeliling saya banyak rumah penduduk yang sengaja dibangun untuk sarang burung walet.

Akhirnya kita menemukan satu tempat makan, kaya kedai gitu dan yang pasti menyediakan makanan yang halal, karena salah satu dari kita ada yang muslim. Makanannya macem-macem, namanya ga hafal agak susah diingat soalnya pake bahasa mandarin, dan saya ga ngerti. Haha, ini salah satu contoh makanannya, bos saya doyan sampe makan 5 piring, padahal rasanya ga jelas, tepung kanji kenyal-kenyal dikasih ebi dicampur saos sambal, kalo ditanya rasa, ya rasanyaaaa gitu deh.. hahaha.

Selesai makan siang, kita diajak si guide ke klenteng yang cukup besar, posisinya tepat di tengah kota dan ga jauh dari klenteng ada panggung yang dibangun di pinggir jalan untuk pesta ki hu ong ya, acarany berturut-turut tiap malam sampe kapal tongkangnya selesai di bakar. Setelah befoto-foto ria, kita diajak ke pelabuhan blablablaaa, saya lupa namanya,haha. Pelabuhannya kecil, pas kita kesana kebetulan memang ada kapal yang akan berangkat ke pelabuhan yang ada di Pekanbaru.       
Saya baru tau ternyata kota ini juga langsung berbatasan dengan laut lepas. Lokasinya cukup jauh dari pusat kota, sekitar ½ -1 jam perjalanan. Tapi mumpung ada laut ya nikmatin sunset juga bisa kan ya.. haha. Tiba di sana, pas kebetulan lagi rame, entah karena satnite atau memang setiap hari ini seperti ini entahlah, yang pasti spot mojok orang pacaran lumayan banyak. Haha. Pemerintah kota ini mendesain lokasi pantai seperti taman bermain, ada beberapa permainan anak-anak, dan patung-patung binatang.
    

Sekedar informasi aja, yang pake topi putih dan baju ijo itu bos saya, udah punya anak gede-gede tapi masih tetep eksistensi dijaga..yukk. haha. Abis cape jalan-jalan saatnya wisata malam, dari pantai kita langsung ke alun-alun Bagan siapi-api, di daerah sana kita makan nasi kari alias kari peng. Yang ini rasanya beneran enak banget, cuman sayang ga sempet difoto buat di share. Trus nyoba bakute, mie pangsit, es gingseng, banyak deh namanya aneh-aneh dan ga bisa hafal-hafal -_- haha. Itu semua ga ada yang halal ya, kalo niat dateng ke kota ini ya mending tanya-tanya dulu sebelum memakan.
Semakin malam kota ini semakin ramai, entah karena menyambut acara ritual bakar tongkang atau tiap malam begini saya kurang ngerti. Tapi agak aneh juga, kehidupan siang hari disini jauh banget ramenya dibanding malem-malem. Hmmm..buat informasi juga, disini cukup banyak salon-salon modus yang baru bukanya malam hari. Kesimpulannya menurut saya kehidupan malam disini cukup keras. Haha
Setelah cape berjalan seharian, kita pulang ke hotel untuk beristirahat. Hari minggu pagi kita check out dan sempat mampir ke pasar tradisional untuk membeli oleh-oleh khas sana seperti kacang tumbuk, kue pia, semprong, masih banyak deh. Ga jauh dari pasar, kita ke pusat pembuatan kecap khas Bagan, kata si bos sih enak.
Menjelang siang, kita mulai jalan untuk kembali pulang ke Pekanbaru dan tiba cukup larut malam. Ternyata liburan kali ini unik skaligus nambah banyak pengetahuan juga, menyenangkan dan pengalaman yang ga mungkin dilupain. Thank to kantor saya, sering-sering survei jauh-jauh ya :)

Rabu, Juli 31, 2013

Ragunan on sunday!

Minggu, 07 Juli 2013 masa-masanya liburan anak sekolah, ragunan padet sama orang tua yang ajakin anak-anaknya liburan sekaligus piknik keluarga ke Ragunan, Jakarta. Dengan harga tiket 4.5k per orang kita udah bisa liat satwa yang di lindungi di Indonesia. 


Area ragunan cukup luas, jenis satwa langka yang dilindungi juga cukup banyak. Namun memang terlihat umur binatangnya sudah cukup tua, seperti gajah Sumatra, harimau Sumatra, beruang madu, dan binatang lainnya. Dengan mengandalkan arah panah area kandang kita berkeliling, banyak anak-anak, orang yang berjualan, dan ada event-event di dalam area kebun binatangnya. Melihat tingkah orang utan lagi minum, buaya yang pemales, harimau yang berendam di air, gajah yang diberi makan, rasanya menyenangkan :D. sambil belajar nama-nama latin binatang yang aneh, seperti burung hantu nama latinnya ketipa ketipu, haha unik sambil nambah-nambah pengetahuan juga. 

Di dalam area ini tidak ada kandang ular, tapi area kandang burung lumayan cukup lengkap. Pas kebetulan ada burung merak yang lagi kibasin sayapnya juga, cantik motifnya mempesona. Lewat kandang gajah kasian juga liat belalainya sedikit terbelah ?. Bukannya diobatin, tapi malah tetep dibebasin keluar. Kayanya didiemin juga sama penjaga kebun binatangnya. Agak miris liatnya, animal welfarenya nihil. 

Ga berasa kaki udah pegel juga keliling-keliling, sambil istirahat duduk bentar liat-liat orang yang hilir mudik penuh di dalam area ragunan. Lanjut perjalanan kita masuk ke area pusat primate schmutzer, lokasinya masih di dalam ragunan, namun untuk masuk ke dalam dikenakan tiket tambahan 6k per orang. Disini terdapat banyak jenis primata, mulai dari gorilla, monyet, orang utan, bekantan, agak susah juga membedakan tiap jenisnya, tapi cukup terhibur sama tingkah-tingkahnya yang gesit loncat-loncatan. Areanya cukup luas, dengan berjalan kaki sambil melihat nama-nama binatangnya lumayan bikin pegel juga..hoho. 


Perjalanan berkeliling ragunan ga berasa, karena mengejar travel pulang ke Bandung akhirnya sore hari pulang juga, dengan mengidam ice cream mc Donald yang ga dapet dapet..haha.menyenangkan dan menambah pengetahuan, rasanya jadi pengen punya kebun binatang sendiri. Haha, yeayy happy holiday.




Liburan ala TMII

Taman Mini Indonesia Indah alias TMII, warga Jakarta pasti ga asing sama tempat ini toh lokasinya emang di Jakarta, tapi ini perdana banget buat saya ke tempat ini tepat tgl 15 Juni 2013. Sebenernya ini tempat cocoknya didatengin pas kita masih kecil, buat nambah-nambah pengetahuan, belajar dan bermain, ternyata kita udah gede pun masih kepake banget ko buat jalan-jalan menyenangkan sambil nambah pengetahuan.

 

Pertama masuk area taman mini, kita langsung naik skylift alias kereta gantung, tarifnya 25k per orang. Rada deg-degan juga karena takut ketinggian, hoho..tapi lama-lama jadi menikmati juga. Dari ketinggian bisa kelihatan seluruh area taman mini, mulai dari rumah adat, kolam renang snowbay, istana boneka, danau buatan yang dibentuk pulau-pulau di Indonesia, monorail taman mini, rumah keong mas, miniature pesawat terbang, tempat ibadah, banyak banget yang bisa diliat dari atas. Moment yang pas buat foto-foto juga.

 
Durasi skylift kurang lebih 20-30 menit, setelah itu kita keliling dan masuk ke taman burung dan bekisar. Areanya cukup luas dan dikenai biaya tiket 15k per orang. Jenis burungnya cukup banyak, ada bekisar juga, tempatnya cukup terawat. Berkeliling kurang lebih 30 menit lumayan bikin kaki pegel juga, tapi harus hati-hati, pup nya burung bisa kececer dimana aja :D. pasangan saya yang jadi korbannya..Haha..Keluar dari taman burung, kita lanjutkan perjalanan ke istana boneka. Sepanjang perjalanan sambil liat rumah adat, area pengetahuan seperti gedung PLN, gedung tambang minyak, PTPN mini, n others. Tibanya di istana boneka area sudah ditutup, karena sudah terlalu sore juga. Namun pintu out masih terbuka lumayan bisa masuk gratis hihi. Meskipun ga bisa masuk ke dalam istananya, tapi lumayan bisa foto-foto. Di area ini juga ada mainan-mainan untuk anak-anak, pengunjung dominan ya pasti anak-anak yang ditemenin orangtuanya. 



Durasi dari siang sampai sore waktu yang cukup pas buat nikmatin semua area taman mini, seneng dan berkesan, akhirnya saya pernah nginjek taman mini. Hehe..Someday kalo udah punya anak ini tempat  recommended untuk dimasukin ke list jalan-jalan.



Welcomeback Bandung :)

Haloooo Bandungggggg, 28 April 2013 siang saya sudah tiba di Bandung, di jemput pak Marbun di Bandara Husein Sastranegara langsung menuju rumah. Seneng rasanya bisa pulang ke kota asal, setelah 1 tahun 4 bulan menjelajah mengarungi kota Pekanbaru. Sepanjang jalan menuju rumah, saya liat jalan kanan kiri sambil inget-inget nama jalan, emang rada lebai sih, tapi yang namanya seneng ya bebas-bebas aja :D. Sampe di rumah kangen-kangenan, cerita-cerita, sambil beres-beres barang bawaan. Liat rumah, kamar, ga ada yang berubah. Feel happy yeaayyy.


Menjelang tgl 1 Mei perdana masuk kantor di Bandung, beresin barang, nyaman-nyamanin kamar, hubungin teman, dan siapin mental. Rada deg-degan juga mau masuk kantor baru, berasa kaya anak baru lagi :D..Hari pertama masuk, ketemu HRD, ngobrol-ngobrol bentar, langsung di bawa ke ruangan kerja. Finally, ketemu devina, adit, sama Robert temen satu angkatan jamannya training, ga kaku sama sekali, karena dulunya kita emang udah sering barengan kali yah. Kangen-kangenan sambil di kenalin ke temen-temen divisi yang sama. First sight terlihat baik n ramah, hopefully kedepannya bisa jadi rekan kerja yang oke. 

Yeaayyy once again welcomeback to Bandung for me, be nice to me yaaa!!

Sabtu, Mei 04, 2013

Sayonara Pekanbaru


Hari minggu pagi 28 april 2013 pukul 08.30, jadwal pemberangkatan rute PKU-BDO alias dari Pekanbaru ke Bandung, tiket udah di booking, pakaian, sepatu, buku, barang-barang udah di kirim, isi kamar tinggal sisa beberapa potong pakaian, tv yang bakalan dijual, leptop, sama barang-barang pribadi sehari-hari aja. Heart beat so fast, one of my wish in 2013 will be come true, yapp..mutasi ke bandung yang diharap-harapkan dari awal tahun 2013 akhirnya Tuhan beri juga, Thanks God..kaget, seneng, campur sedih juga, senengnya bisa deket keluarga lagi, bakalan sekamar lagi sama si opi, bisa gangguin si ui, denger cerewetnya emak dan berisiknya suasana rumah kalo udah pada ngumpul, bisa bikin trip dadakan lagi, doa rabu malem di GII, ngumpul bareng temen, deket sama pacar, ngangkot ga bakalan susah lagi, haha yaa so many things to do kalo udah di rumah sendiri.


Cuman berasa sedih kalo udah inget bakal ninggalin temen-temen kantor _ , bersyukur banget bisa ketemu mereka, very friendly, care, much learn from them, even mereka kadang suka rese tapi itu yang bikin kita deket, apalagi kelakuan abang-abang seniorku yang hobi bikin bangkrut, morotin makan siang atau taruhan hal-hal ga penting. Di tambah lagi bos-bos kantor yang ga batasin diri sama bawahannya, celotehan-celotehan bos cina gue yang bikin ngakak + ekspresi mukanya yang flat, satu lagi bos ku yang seneng banget nunjukin otot badannya, obsesi kurus dan model wanna be, belum lagi temen-temen cewe kantorku, mungkin karna seumuran juga jadi kelakuannya ga pada jauh-jauh, kalo udah rumpi time bisa lupa diri, sampe ditegor bos. Padahal yang dibahas cowo-cowo di film korea..haha, Eksistensi seseorang juga bisa jadi trending topic di kantor, dinding berbicara beneran berasa banget, cukup dan engga-engga lagi deh. Haha..Coba dikantor mana lagi ada bos-bos kaya begitu, di kantor baru ntar belum tentu dapat yang beginian, very priceless and best ever experience that I have, feel great with them  _.

Inget temen kosan juga, fani sama zaitun kalo ga ada mereka itu kosan bakal jadi sarang cewe-cewe ga jelas yang cuman ngekos sebulan-sebulan doang, kita bertiga penghuni tetep dan setia sama kosan yang ga worth it sama harganya. Bodohnya kita sering ngeluh tapi ga pindah-pindah sampe 1 tahun lebih -_-. Haha..dari nonton film india, curhat tentang cowo, maskeran bareng, masak-masak lucu, belanja ke pasar becek sampe ke mall, ketawa-ketawa nangis-nangisan, tapi semenjak nginjek 2013 udah ga sedeket itu lagi, selain udah ditinggal zaitun married, kita berdua juga udah punya kesibukan masing-masing. At least keadaan begitu, mereka part dari kehidupanku di Pekanbaru, and I love them _.

Bakal kangen pergi gereja di HKBP Hangtuah nih, gereja yang menurutku luas dan gede ini cukup ngasih kesan tersendiri apalagi dengan “lapak” duduk yang dari pertama kali gereja sampe sekarang mau mutasipun posisi duduk di gereja ga pernah berubah, dari kekonsistenan lapak duduk bisa dapet temen baru juga, im so lucky, haha. Meskipun ini kota cukup asing buat aku, tapi bisa ngangenin juga. Merantau tuh salah satu cara untuk pembentukan diri juga, survive out of our comfort zone itu ga gampang loh, adaptasi sama orang baru, budaya baru, kebiasaan baru, pekerjaan baru,makanan yang asing, that’s all make me being mature and understand of many things. Itu juga mungkin alesan ortu ngasih izin untuk hijrah ke Pekanbaru. Seengganya aku punya pengalaman yang hebat untuk bisa aku ceritain ke anak cucu ntar. Hahhaha.



Selasa, Maret 12, 2013

Road To Sumbar

waktu pertama kali denger Padang yang diinget pasti rendang (makanan mulu), ternyata kota ini ga sebatas rendang doang banyak banget makanan alias cemilan yang enak sama spot-spot yang nice banget untuk sesi pemotretan (berasa model :p). trip ini saya jalanin bareng 3 orang temen kantor saya yang lain, kita berangkat ber 4 dari Pekanbaru. perjalanan di mulai pukul satu (1) sabtu dini hari, dengan melewati jalur-jalur ga wajar, kanan kiri jurang n berkelok-kelok bikin perut mual. jadi saya saranin kalo mau kesini mending siapin fisik n mental dl, jangan kecapean ntar mabok kaya saya.haha..sekitar pukul 3 pagi kita tiba di "Bandrek House" tempat peristirahatan yang viewnya ok banget (versi saya), gunung jadi point pentingnya. tapi berhubung itu tempat tutup, akhirnya kita beristirahat di tempat yang lain. ga jauh dari situ ada yang namanya Kelok 9, ini tikungan bener-bener bikin mual tapi indahhh :)

itu pict kelok 9 diambil dari internet, berhubung perjalanan kita subuh-subuh jadi ga keliatan haha. Pagi-pagi jam 6.30 kita tiba di Bukit Tinggi. sepanjang perjalanan nikmatin sawah n gunung yang masih berkabut, priceless banget, mengingat di Pekanbaru sama sekali ga ada kaya beginian. tiba di Jam gadang kita cari sarapan yang direkomendasikan temen yaitu lontong sayur ala padang.

Setelah sarapan, kita melanjutkan trip menggunakan andong (kereta kuda) ke kebun binatang. disini sih binatangnya sama skali ga terawat. trus kita lewatin jembatan Limpapeh (masih di area bonbin), sebenernya disini ada Gua Jepang juga, cuman karna kondisi tertentu kita ga kesana. ga berasa sudah siang, kita lanjutkan trip ke Puncak Lawang, dari bukit tinggi sekitar stgh jam. dengan bekal makan siang yang beli di warung padang kita tiba di sana sambil makan siang.


viewnya langsung mengarah ke Danau Maninjau, karena posisinya di puncak jadi kalo mau teriak-teriak juga ok, i think this is one of many beautiful place in Indonesia. ada sarana flying fox n paralayang juga. anginya sejuk dan pas kebetulan tidak berkabut, cuman matahari lumayan membakar kulit. setelah kenyang kita melanjutkan perjalanan ke Danau Maninjau melalui kelok 44. namanya kelok 44 karena jumlah belokan dari dari puncak ke bawah melewati 44 belokan. di kelok 28 terdapat banyak monyet liar di sepanjang hutannya dan di kelok 18 kita sempat istirahat dahulu dan melanjutkan kembali perjalanan. sesampainya di danau maninjau, sempat kulinaria jajanan-jajanan khas maninjau, seperti peyek ikan teri, pepes ikan, kerang rebus, kita juga beli pisang untuk cemilan.haha
perjalanan kita lanjutkan ke Pariaman, daerahnya tidak terlalu ramai dan masih sangat "alam". disini kita beli jagung manis untuk kita nikmati di pantai Gondaria. di Kabupaten Padang ini terdapat banyak tempat wisata pantai, namun karena sudah sekitar jam 5 sore jadi kita cari pantai paling dekat.


Pantainya tidak begitu terawat, tetapi tempatnya cukup ramai dengan yang berjualan dan anak-anak muda daerah sekitar. lokasi pantai ini tidak terlalu jauh dari pusat Pariaman, jadi masih sangat terjangkau untuk orang-orang yang membutuhkan suasana pantai dikala suntuk.
menjelang malam hari, kita pun melanjutkan perjalanan ke Padang. sekitar pukul 8 malam kita tiba di hotel. setelah mencari hotel dengan budget ringan, akhirnya kita menginap di Daima Hotel. hotel baru yang ratenya lumayan murah untuk anak kosan.haha. sambil menikmati kota Padang di malam hari, melewati jembatan siti nurbaya, melewati "china town" nya padang, melewati pelabuhan tempat kapal-kapal ke pulau, melewati gedung dan bangunan yang runtuh karena tsunami tempo hari,  akhirnya kita pun mencari makan malam. restoran seafood menjadi pilihan yang lumayan dicoba. selesai makan kita pulang ke hotel dan beristirahat.
Pagi hari kita checkout, atas dasar rekomendasi teman kita sarapan soto kudus (jauh-jauh ke padang makanya soto kudus -_- haha), tapi lumayan hau ce. sempet menikmati pantai padang dan beli oleh2 di toko christine hakim. oleh-oleh udah dapet kita melanjutkan perjalanan pulang melalui air terjun lembai anai. karena airnya yang bersih kita pun sempat berenang.


setelah cape berenang, beres-beres dan kita pulang ke Pekanbaru melalui padang panjang sambil makan siang. sepanjang jalan kita melewati gunung merapi yang berkabut, cantik bangetttt..karena melewati bukit tinggi lagi, jadi kita sempat beli oleh-oleh di pasar bukit tinggi, dan makan malam di rumah makan recommended temen. dendengnya luar biasa enak, dan kita pun membungkus 25 pieces dendengnya. haha. Tiba di pekanbaru senin, pukul 2.30 dini hari. liburan singkat, padat, low budget, dan menyenangkan.

Cerita perdana di 2013

udah lama ga share cerita nih, sepertinya ini blog pertama saya di tahun 2013 dan ini tahun kedua saya lewatin tahun baru di kota bertuah alias Pekanbaru. kota boleh sama, tp suasana taun barunya mesti beda, emang ga bareng keluarga sih, tapi masih ada kluarga kantor n ditemani pacar hehe..
kalo mau flashback 2012 jadi tahun yang luar biasa buat saya, perdana saya merantau, kenal orang-orang dan budaya baru, makanan yang sempet bikin infeksi usus gara-gara pedes n bersantan, tempat hiburan yang terbatas, bangunan-bangunan pemerintahan yang unik ala bangunan malaysia, panasnya kota gara-gara minyaknya chevron, bahasa minang yang sampe sekarang saya ga pernah bisa, lapo batak yang bikin saya gemuk, angkot dengan jalur yang terbatas ga sebebas di kota-kota besar lainnya, trip ke daerah-daerah asing (asing versi saya) seperti kota Bagan Siapi-Api, Pulau Rupat, survei ke daaerah-daerah "dalem"nya Pekanbaru coret, masih banyak banget pengalaman-pengalaman saya di kota ini, semuanya menyenangkan ketika saya mencoba untuk menikmati setiap kegiatan yang bisa saya lakukan. yahh saya bersyukur untuk semuanya itu, many thanks for God.
tahun lalu juga jadi tahun yang bikin saya jadi lebih dewasa (lagi-lagi versi saya :p), banyak hal yang membuat saya jauh lebih mandiri, lebih menghargai orang dengan karakternya masing-masing, dan tahun lalu juga menyadarkan kalo saya amat sangat boros (kebiasaan cewe). hmm, kalo diruntutin banyak cerita suka duka yang kalo diinget-inget sekarang hanya bisa senyum manis ala Kate Middleton hehe. semoga tahun 2013 kota ini tetep dan lebih bersahabat lagi terhadap orang-orang pendatang kaya saya :).


2013 orang chinese bilang ini tahun ular air yang artinya ular digambarkan sebagai binatang yang melambangkan kesombongan, karena memiliki bisa mematikan dan badan lentur tanpa tulang. but whatever yang pasti 2013 akan jadi tahun lebih baik lagi, baik untuk kesehatan, karir, kluarga, jodoh, keuangan (kaya di zodiak-zodiak majalah :p) many hope for a better future. banyak berharap banget kalo tahun ini akan banyak hal-hal unpredictable yang bisa bikin senyum lebar, terutama untuk smua wish yang udah dibawa dalam doa, so holy.haha. pokonya tetep semangat, be respect, keep fighting n always smile :)